
Para arsitek dan ilmuwan rupanya tanggap menjawab tantangan perubahan alam ini. Mereka bekerjasama merancang rumah tahan bencana. Rumah yang juga disebut sebagai rumah produk do-it-yourself ini bisa dibangun sendiri dengan panduan dari buku petunjuk.New Scientist, Minggu (10/5/2009) melansir, karena berbagai keunggulannya, rumah tahan bencana berbentuk kubah ini menarik perhatian masyarakat untuk membeli dan membangunnya.
Di beberapa daerah di Amerika yang sering diterpa badai, sudah banyak dibangun rumah seperti ini. Pada saat terjadi bencana badai Katrina, struktur rumah tetap berdiri kokoh meski interior rumah berantakan.Belanda pun tidak mau kalah berinovasi ditengah terpaan bencana. Karena sering terjadi banjir, ilmuwan dan arsitek di sana lebih memilih merancang rumah yang bisa mengapung.
Sebuah perusahaan arsitektur Belanda, Koen Olthuis merancang rumah yang tahan bencana yang disebut Waterstudio. Rumah apung tersebut sengaja dirancang agar bisa bertahan di tengah luapan air yang menggenang.
Namun yang perlu diingat adalah, bagaimanapun cemerlangnya ide para arsitek dan ilmuwan tersebut, bencana alam akan senantiasa menghampiri jika manusia mengabaikan kelestarian lingkungan.Dampak perubahan cuaca yang ekstrim sebagai salah satu dampak pemanasan global, menyebabkan berbagai daerah rentan diguncang bencana alam.




Just about all of the things you point out happens to be supprisingly accurate and it makes me wonder why I had not looked at this in this light previously. Your article truly did switch the light on for me as far as this particular issue goes. Nonetheless there is actually 1 issue I am not too comfortable with so whilst I make an effort to reconcile that with the core theme of the issue, permit me observe just what the rest of the readers have to say.Very well done.