Jika Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan BI rate, maka hal itu dinilai tidak terlalu berdampak baik bagi sektor riil, bilamana perbankan belum menurunkan suku bunga kredit. “BI rate tidak ada pengaruhnya bagi industri kecil, jika perbankan belum pula menurunkan bunga bank,” kata pengamat pasar uang Fahrial Anwar.
Menurutnya, sudah menjadi hukumnya di saat BI rate naik, bunga bank tanpa komando akan langsung naik. Namun jika BI rate turun, bunga bank sulit turun dengan berbagai alasan. “Teori ekonomi negara ini sudah amburadul,” ungkapnya.
BI pun didesak tidak hanya mampu menurunkan BI rate saja, namun menekan perbankan untuk segera menurunkan suku bunga bank menyusul penurunan BI rate. Ini dilakukan agar penurunan BI rate terasa bagi pelaku usaha kecil dan bisa meningkatkan konsumsi masyarakat.
Dia mengusulkan, penurunan BI rate kali ini bisa mencapai 50 basis poin dan tidak lagi 25 basis poin dengan pertimbangan bisa langsung dirasakan pelaku usaha.Awal pekan Februari tahun ini BI akan menggelar rapat dewan gubernur. Kabar yang ditunggu para perbankan adalah peluang BI rate kembali turun.




hai-hai kadek suastika, lulusan arsitek mana apa kamu itu temen saya yang kuliah di arsitektur unwar angkatan 96?
Terima kasih telah mengunjungi web site kami, Nama saya Kadek Suastika,teman-teman saya memang banyak dari alumni unwar (Universitas Udayana) sebab sebagian besar mereka adalah teman alumni STM negeri Denpasar sekolah kebanggaan saya,hehehe…
Saya tamatan Universitas Udayana angkatan tahun 2005.Sekarang saya mengelola Toko Bangunan di Denpasar,Bali tepatnya di jl. Gunung Salak 333 telp:(0361)731344-734460 dan jl Raya Goagajah Bedahulu 88 Gianyar telp:(0361)8099280.
Excellent post.I want to thank you for this informative read, I really appreciate sharing this great post. Keep up your work…