Arsitektur Bali

23
Jan

Selamat Tahun Baru Cina ” Gong Xi Fa Cai”

Tahun Baru Cina merupakan perayaan terpenting orang Cina bagi menyambut tahun baru dalam kalendar qamari Cina. Kalendar qamari Cina terbahagi kepada kitaran 12 tahun dan dinamakan sempena nama haiwan.

Tahun Baru Cina melambangkan permulaan, titik permulaan dalam nasib dan kehidupan. Sebelum hari tahun baru bermula, sanak saudara yang jauh akan kembali berkumpul. Rumah akan dicuci dan segala hutang-piutang dikutip atau dibayar agar mereka tidak sentiasa dikelilingi hutang sepanjang tahun yang baru. Mercun dibakar pada tengah malam bagi menandakan bermulanya tahun baru dan bagi menghalau puaka dan nasib malang. Rumah-rumah dihiasi dengan buah limau sebagai simbol murah rezeki, bunga dan pokok limau. Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • BlogMemes
  • Blogsvine
  • email
  • Furl
  • Internetmedia
  • LinkaGoGo
  • Linkter
  • Live
  • Ma.gnolia
  • PlugIM
  • Print
  • Socialogs
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • Upnews
  • Yahoo! Buzz
  • YahooMyWeb
  • Share/Bookmark
21
Jan

“Go Green” Desain Properti 2009 ?

Desain rumah saat ini mengalami perkembangan yang cepat. Hal ini wajar karena merupakan keharusan sesuai dengan perkembangan zaman.
Para pengembang menilai mengikuti kecenderungan akan menguntungkan. Sebab, konsumen akan memilih desain terbaru. Pada 2009 ini, desain minimalis tampaknya masih akan tetap mendominasi desain bangunan yang dikembangkan pengembang dan swadaya. Hanya, kecenderungannya desain minimalis akan digabungkan dengan desain lainnya. Misalkan saja desain yang bisa mengakomodasi pemanasan global.

Menghadapi keadaan ini, sejumlah arsitek melihat kecenderungan desain rumah hemat energi akan mulai banyak dibangun pengembang dan swadaya. Desain hemat energi tetap menjadi ruhnya, sementara modern minimalis sebagai aksen.
Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • BlogMemes
  • Blogsvine
  • email
  • Furl
  • Internetmedia
  • LinkaGoGo
  • Linkter
  • Live
  • Ma.gnolia
  • PlugIM
  • Print
  • Socialogs
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • Upnews
  • Yahoo! Buzz
  • YahooMyWeb
  • Share/Bookmark
09
Jan

ARSITEK DAN ARSITEKTUR

Apakah benar Arsitek menghasilkan karya arsitektur?
Apakah tidak bisa dipikirkan hal yang sebaliknya?

Barangkali postulasi bahwa sebuah (karya) arsitektur melahirkan seorang arsitek akan mempermudah pemikiran segalanya.

Contohnya: Kita tak usah lagi menghawatirkan ke mana arahnya sistem/kurikulum pendidikan arsitektur kita karena dengan postulasi ini jelas arsitektur tidak tergantung dari sistem pendidikannya. Lebih lagi kita bisa meninggalkan pemikiran birokratik bahwa satu-satunya jalan untuk menjadi arsitek hanyalah melalui perguruan tinggi. Walaupun itu memang yang terjadi sekarang.
Kita sejujurnya telah terjebak dengan istilah arsitek dan arsitektur. Kata arsitektur, berasal dari bahasa mana pun berakar, seolah bermulal dari kata dasar arsitek dengan imbuhan “tur”. Sehingga kesannya seolah-olah karya-karya arsitektur juga keluar dari tangan para arsitek. Apapun jadinya.

Tetapi apakah memang begitu?

Mengapa kita tidak membiarkan seseorang, katakan telah melewati pendidikan dan latihan di lembaga pendidikan arsitektur, menghasilkan suatu karya bangunan. Lalu kita tidak memberi julukan dia sebagai seorang arsitek sampai karyanya itu patut dinilai sebagai suatu karya arsitektur. Jadi karyanya itulah yang memberinya dia julukan sebagai arsitek. Bukan sebaliknya, karyanya dinilai sebagai karya arsitektur semata- mata karena muncul dari tangan seorang (konon) arsitek.

Seorang pelukis tidak mendapat julukan pelukis sampai salah satu saja karyanya patut disebut sebagai lukisan yang bermutu. Demikian pematung, pengarang lagu, dst. dst. terserah bagaimana mereka mendapatkan keahlian dan kamampuannya untuk menghasilkan karyanya.

Sebaliknya barangkali membahas bagaimana cara memberikan penilaian bahwa suatu bangunan patut disebut sebagai karya arsitektur mungkin lebih diperlukan buat masyarakat budaya kita. Misalnya apakah sebuah botol parfum raksasa setinggi 40 lantai, bisa kita kategorikan sebagai karya arsitektur?
Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • BlogMemes
  • Blogsvine
  • email
  • Furl
  • Internetmedia
  • LinkaGoGo
  • Linkter
  • Live
  • Ma.gnolia
  • PlugIM
  • Print
  • Socialogs
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • Upnews
  • Yahoo! Buzz
  • YahooMyWeb
  • Share/Bookmark
29
Dec

Mengapa Perlu Arsitek?

Jika kita sakit, kita mencari dokter untuk menyembuhkan penyakit kita, jika kita mempunya mobil dan rusak maka kita mencari seorang montir untuk memperbaiki mobil kita. Dan siapa yang kita perlukan apabila kita ingin membangun Rumah ? tentu saja seorang arsitek yang kita cari.

Terkadang banyak orang berpikir berapa kita harus membayar seorang arsitek, padahal kita hanya ingin membangun Rumah kecil saja, terkadang pemikiran seperti ini sering terlintas dalam pikiran banyak orang tentang seberapa perlunya memanggil seorang arsitek untuk membuatkan disain Rumah yang akan kita Bangun, yang terlintas seringkali adalah “ pasti mahal memakai jasa arsitek untuk membangun Rumah “ .

Pemikiran – pemikiran inilah yang harus kita hilangkan, seorang arsitek justru akan memberikan solusi – solusi mengenai rencana kita membangun Rumah, arsitek biasanya mencarikan solusi baik dari segi disain, komposisi ruang dan juga buget yang disediakan untuk rencana pembangunan Rumah tersebut agar sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • BlogMemes
  • Blogsvine
  • email
  • Furl
  • Internetmedia
  • LinkaGoGo
  • Linkter
  • Live
  • Ma.gnolia
  • PlugIM
  • Print
  • Socialogs
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • Upnews
  • Yahoo! Buzz
  • YahooMyWeb
  • Share/Bookmark
27
Dec

Rumah Bernuansa Resor

BEREKREASI tak harus selalu dilakukan di luar rumah. Di areal rumah pun bisa, asalkan tempat tinggal kita itu memiliki nuansa resor. Bagaimana menciptakannya?

Liburan merupakan momen yang senantiasa kita nantikan. Terlebih lagi di akhir tahun, yang identik dengan masa liburan panjang

serta suasana pergantian tahun. Suasana yang sejuk alami dan hawa yang segar akan menciptakan kesan rileks sehingga kita dapat beristirahat dengan tenang. Namun, tahukah Anda bahwa hal-hal tersebut dapat kita ciptakan di rumah sendiri? Untuk itu, Ir Wisnu Subrata, arsitek dari Mitra Graha Asri Mandiri akan coba memberi tahu beberapa langkah yang perlu kita lakukan guna mewujudkan hal tersebut.


Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah, bangunan rumah harus mampu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sepertiiklim dan cuaca. Jadi, bangunan merupakan hasil interaksi antara kebutuhan dasar manusia dan keadaan sekitarnya, atau lebih spesifik lagi iklim tropis. Secara arsitektural, ada beberapa ciri yang kemudian dijadikan pertimbangan utama dalam menanggapi iklim yang panas dan cenderung basah.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • BlogMemes
  • Blogsvine
  • email
  • Furl
  • Internetmedia
  • LinkaGoGo
  • Linkter
  • Live
  • Ma.gnolia
  • PlugIM
  • Print
  • Socialogs
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • Upnews
  • Yahoo! Buzz
  • YahooMyWeb
  • Share/Bookmark
24
Dec

Open House,Hari Natal Hiasi Rumah secara Natural

Disaat Kemeriahan Natal tiba adalah kewajiban kita menyambut dan memaknai dengan penuh arti.Diperlukan ketulusan hati disaat merayakannya dengan Open House. SELAIN menjadi tamu rumah yang baik, hal lain yang tak kalah penting diperhatikan saat Anda menggelar open house adalah dekorasi rumah. Tentu Anda tak ingin kondisi rumah terlihat biasa saja, padahal pesta yang diadakan lumayan meriah, bukan? Beberapa hal di bawah ini bisa dijadikan acuan:

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • BlogMemes
  • Blogsvine
  • email
  • Furl
  • Internetmedia
  • LinkaGoGo
  • Linkter
  • Live
  • Ma.gnolia
  • PlugIM
  • Print
  • Socialogs
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • Upnews
  • Yahoo! Buzz
  • YahooMyWeb
  • Share/Bookmark
24
Dec

Dekorasi Natal di Rumah nan Cantik

NATAL sudah hampir tiba. Orang-orang sibuk mendekorasi hunian agar lebih bernuansa Christmas. Anda tidak boleh ketinggalan dong. Sudahkah Anda mendekorasi rumah?

Dimulai dari teras rumah Anda. Anda bisa meletakkan pohon Natal ukuran medium di sudut teras dengan dihiasi pernak- pernik pohon Natal pada umumnya. “Jangan sampai lupa dengan lampu dekorasinya. Belit lampu dari ujung atas pohon ke ujung bawah. Supaya lebih indah, padukan dua warna berbeda. Jadi pada saat menjelang malam dan Anda menyalakannya, teras akan terlihat lebih indah dan kudus,” kata desainer interior Maya Pangestu.


Beri gantungan wreath (daun cemara dan rangkaian bunga yang sudah dibentuk lingkaran dengan rotan) di bagian depan pintu rumah Anda. Beri aksen lonceng bel agar lebih manis.

Masuk ke dalam, Anda pun harus mendekorasi ruang tamu. Untuk Anda yang merayakan Natal, pasti tahu warna khas perayaan tersebut bukan? Betul! Hijau, merah, dan putih adalah tiga warna yang identik dengan Natal. Warna hijau bisa didapat dari pohon Natal, sementara merah dan putih adalah simbolisasi wujud tokoh Santa Claus. Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • BlogMemes
  • Blogsvine
  • email
  • Furl
  • Internetmedia
  • LinkaGoGo
  • Linkter
  • Live
  • Ma.gnolia
  • PlugIM
  • Print
  • Socialogs
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • Upnews
  • Yahoo! Buzz
  • YahooMyWeb
  • Share/Bookmark
22
Dec

Pawongan-Palemahan-Parahayangan

Sebagai sebuah pulau yang telah terkontarninasi berbagai macam kebudayaan, Bali tetap memegang teguh adat istiadatnya. Menurut filosofi yang dianut masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan, dan parahyangan. Untuk itu, pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek terselbut atau yang biasa disebut “Tri Hita Karana”. Salah satu ujud untuk mencapai kedinamisan itu, masyarakat Bali memiliki konsep arsitektur rumah yang memperhatikan keseimbangan.
Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • BlogMemes
  • Blogsvine
  • email
  • Furl
  • Internetmedia
  • LinkaGoGo
  • Linkter
  • Live
  • Ma.gnolia
  • PlugIM
  • Print
  • Socialogs
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • Upnews
  • Yahoo! Buzz
  • YahooMyWeb
  • Share/Bookmark