Wah sedikit aneh ya dengan artikel ini ya.Siapa sih Waterproofing? Bentuk, Fungsi dan Karakternya..
Mungkin anda yang awam dengan waterproofing belum pernah mendengar tentang Waterproofing. Didalam artikel ini saya akan menjelaskan sedikit tentang Waterproofing.Saya yakin artikel ini ada gunanya untuk anda jadi saya harap tidak melewatkan begitu saja artikel Siapa sih Waterproofing? Bentuk, Fungsi dan Karakternya..
Baik mari kita mulai dengan tiga bahan baku utama produk waterproofing, yaitu bitumen atau aspal, semen, dan polirner atau efastomeric.
BITUMEN. Wamanya selalu hitam, karena bitumen atau aspal-jah yang menjadi bahan dasar yang paling pertama digunakan sebagai waterproofing. Karakter bitumen yang tidak menyerap air dan cukup elastis menjadi alasan untuk diaplikasikan di area yang tidak terekspos, misainya bak penampung air dan dak beton.
SEMEN . Waterproofing berbahan dasar semen ini mengikuti sifat semen yang kuat dan mengeras. Jenis waterproofing ini sangat cocok untuk area yang selalu terendam air seperti kolam renang. Bisa dikatakan bahan semen memilild banyak kesamaan dan keunggulan dengan bahan bitumen. Hanya saja bahan semen tidak seelastis bitumen dan harus dicampur dan diaduk dulu denglan cairan tertentu sebelum dapat diaplikasikan.
POLIMER (EASTOMERIC) Kemajuan teknolog! memunculkan polimer sebagai generasi ketiga bahan dasar waterproofing. Bahan polimer yang dikenal juga dengan nama elastomeric merupakan campuran dari berbagai bahan kimia seperb acrylic, pasir silica, PVC, dan sebagainya. Bahan ini memiliki daya rekat dan elastis yang sangat balk untuk menahan penetrasi air. Kar-akter lainnya adalah tahan sinar UV, bisa langsung digunakan (ready to use), dan memiliki aneka pilihan. Pemilik bangunan kini dapat leluasa memilih warna sesuai selera, sekaligus menjadikan waterproofing ini sebagai bagian dari elemen dekorasi bangunan.
KASA PENGUAT. Ada mated penunjang untuk waterproofing berbahan dasar elastomeric agar lebih kuat dan tahan lama, yaitu kasa penguat atau polyester mesh. Kasa diletakkan di atas lapisan pertama yang masih basah untuk menutup keretakan atau memperkuat area yang berpotensi retak. “Kasa penguat sangat baik untuk tindakan pencegahan sejak awal finishing konstruksi bangunan, terutama pada daerah yang rawan bocor dan area perternuan dua bidang, misainya atap dengan tembok, karpusan, atau antara dinding dan lantai,”