Fengsui Memperindah Kawasan Hunian

PERCAYA atau tidak, kini semakin banyak orang yang meyakini bahwa fengsui diperlukan saat akan memilih dan mendesain rumah. Beberapa tahun terakhir fengsui telah menyebar dan dikenal luas masyarakat Indonesia. Kenapa?

Pada umumnya masyarakat menerima dengan baik, bahkan banyak di antara mereka yang sebelum membeli atau menyewa produk properti (real estate) menanyakan apakah fengsui dari produk tersebut baik. Pengetahuan tentang fengsui tidak lagi terbatas pada aspek etnis, agama, maupun geografi.

Pada beberapa daerah di California, Amerika Serikat (AS) contohnya, para pembeli properti tidak segan menanyakan soal kualitas fengsuinya. Hasilnya sangat memengaruhi mereka dalam mengambil keputusan apakah jadi membeli atau tidak. Meski begitu, penerapan fengsui dalam suatu proyek ini tidak menjadi penghalang bagi para pengembang.

Bahkan, konsumen bisa lebih bergairah apabila mengetahui bahwa suatu proyek real estate akan atau telah ditata dengan pedoman fengsui. Bahkan ada yang beranggapan kawasan hunian yang mempergunakan prinsip fengsui akan menentukan jumlah permintaan rumah yang dibangun pengembang. Bila rumah yang dibeli memenuhi kaidah fengsui, ketika dijual kembali pasti banyak orang yang menaksir rumah tersebut. Harga yang ditawarkan pun akan sangat tinggi.

Pengembang PT Modernland Realty Tbk merupakan salah satu pengembang yang secara terang-terangan menyatakan kawasan hunian yang dikembangkan menganut prinsip fengsui. Menurut Advertising and Promotion Manager PT Modernland Realty Tbk Gunawan Setyo Hadi, kluster town house Tranquility yang terletak di area perumahan Modern Hill, kawasan Pondok Cabe, Tangerang, Banten mempergunakan prinsip fengsui.

Dia menggarisbawahi prinsip fengsui yang diadopsi PT Modernland Realty, Tbk di kluster town house Tranquility tidak mengarah pada mistis. Melainkan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di sekitar kawasan hunian. Hal itu bisa terlihat dari konsultan fengsui yang diajak kerja sama PT Modernland. “Konsultan kami menggabungkan kaidah fengsui dan kaidah arsitektur sekaligus,” terangnya.

Nantinya, prinsip fengsui yang dipergunakan di kluster tersebut akan terlihat pada arah pintu gerbang kluster yang akan dibangun, serta arah unit hunian. Semua elemen yang biasa dipergunakan dalam menentukan fengsui juga diperhatikan.
Kalau penghuni ingin mengatur penempatan interior dan eksterior rumah sesuai dengan fengsui, maka penghuni bisa berhubungan langsung dengan konsultan fengsui yang telah ditetapkan pengembang.

Dia berkeyakinan pada saat ini fengsui bukan lagi hanya dipersoalkan masyarakat tertentu. Karena semua golongan masyarakat sudah mempertanyakan hal itu. Tidak heran kalau pada saat ini masyarakat telah menjadikan kaidah fengsui sebagai tren dalam membeli rumah. Atas dasar itulah pihaknya berani membuka kluster yang secara terang-terangan memerhatikan aspek fengsui dalam membangun unit hunian.

Kendati begitu, penggunaan kaidah fengsui tidak menyebabkan unit rumah yang dikembangkan menjadi lebih mahal. Sebab, prinsip yang dipergunakan tidak berbeda jauh dengan membangun unit rumah pada umumnya. “Hanya bedanya kalau ada tempat yang tidak bagus menurut fengsui, maka harus diatur agar bisa sesuai dengan fengsui,” jelasnya.

Di Tangerang juga ada kawasan hunian yang dikatakan orang mempergunakan kaidah fengsui dalam membangun kawasan huniannya, salah satunya adalah Paramount Serpong. Namun saat dikonfirmasi, Estate Manager Paramount Serpong Indra Irawan menyatakan, kawasan perumahan yang dikembangkan perusahaannya tidak secara khusus didasarkan pada fengsui. Pengembangan hunian di Paramount Serpong didasarkan pada potensi kawasan hunian yang dimiliki dan pasar yang tersedia. “Tidak mungkin kami membuat kawasan hunian yang tidak diinginkan pasar,” terangnya.

Namun begitu, dia mengaku kalau beberapa unit rumah di kawasan huniannya yang lokasinya masuk dalam kategori baik menurut prinsip fengsui relatif lebih laku terjual. Indikasinya adalah unit hunian Serenade Lake. Sebuah kluster di Paramount Lakes yang bersanding dengan danau. Selain pemandangan indah dari danau, penghuni mendapatkan banyak fasilitas lain seperti fasilitas rekreasi air di danau, kafe, dan restoran. Padahal, harga unit rumah tersebut cukup mahal yakni berkisar antara Rp1,2 miliar hingga Rp3 miliar.

Dia mengakui, dari sudut pandang fengsui, tinggal di dekat air yang melimpah akan membawa beberapa peruntungan. Pasalnya, dalam fengsui unsur air berguna untuk menguatkan efek keberuntungan yang berhubungan dengan kekayaan.

Akhirnya dapat dikatakan bahwa kalangan tersebut beranggapan tanpa menerapkan unsur air ke dalam praktik fengsui tidak mungkin mengundang “big money” masuk ke dalam rumah.

Di Kabupaten Bogor juga ada kawasan hunian yang mempergunakan prinsip fengsui, di antaranya adalah Perumahan Kota Wisata. Menurut arsitek Perumahan Kota Wisata Dede Rukmana, prinsip fengsui yang dipergunakan pihaknya tidaklah ekstrem. Hanya beberapa prinsip fengsui yang dipergunakan pihaknya. Di antaranya adalah letak kloset tidak berhadapan dengan pintu utama. Serta pintu garasi atau pintu depan dan belakang di rumah tidak sejajar.

Dia mengaku hal itu dilakukan bukan hanya untuk mengikuti kaidah fengsui. Tapi juga didasarkan pada estetika bangunan rumah yang dikembangkan Kota Wisata. Jadi, unit rumah yang dibangun tidak hanya bagus dari sudut pandang estetika, tapi juga fengsui. “Semua unit yang dibangun perumahan Kota Wisata menerapkan hal seperti itu,” terangnya.
(sindo//tty

Share
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.