Rumah Berarsitektur Bali Paling Diminati

bergesernya gaya hidup masyarakat dan banyaknya pilihan arsitektur bangunan, pengembang masih melihat peluang mendapatkan keuntungan dari membangun kawasan hunian berarsitektur Bali.

Sejak beberapa tahun terakhir, masyarakat yang mempergunakan arsitektur tradisional dalam membangun rumah semakin sedikit. Namun, beberapa pengembang masih setia menyediakan kawasan hunian dengan arsitektur tradisional khususnya Bali. Rumah arsitektur Bali dianggap memiliki nilai lebih karena dapat diterima secara universal, baik masyarakat Indonesia maupun luar negeri.

Mengembangkan kawasan hunian dengan arsitektur Bali, juga dijadikan sebagai alternatif menjual kawasan hunian. Hal itu tidak hanya dilakukan pengembang pada kawasan hunian menengah atas, tapi juga menengah bawah. Namun, pada segmen menengah atas, pengembang masih menambahkan privasi dan keamanan di kluster yang dibangun.

Manajer Pemasaran Perumahan Tamansari Puri Bali Agung Pribadi mengatakan, rumah yang dibangun di kawasan huniannya merupakan perpaduan arsitektur Bali dan modern minimalis. Perpaduannya membuat rumah Tamansari Puri Bali menjadi lebih modern. Karena itu cocok untuk pasangan baru menikah. “Segmen kami memang pada keluarga muda,” katanya.

Ketika baru masuk di kawasan hunian yang terletak di Jalan Raya Sawangan Ciputat Km 1, Depok itu, masyarakat akan langsung melihat gapura khas Bali. Sebuah gerbang dengan ukiran khas Bali. Tidak jauh dari situ, juga terlihat flora air dan beberapa alat musik khas Bali yang sengaja digantung di beberapa sudut jalan. Jalan masuk perumahan juga tidak terlalu besar. Di sisi kanan jalan ada tembok pembatas dengan warna abu-abu dan oranye. Di sebelah kiri terdapat semacam sawah dengan konsep terasering. Bale Bengong yang di Bali biasa dipergunakan untuk tempat berkumpul warga juga dapat ditemukan.

Nama kluster di kawasan hunian tersebut juga disesuaikan dengan nama daerah di Bali dan di depannya ditambah kata “Banjar”. Beberapa di antaranya, Banjar Amlapura, Gili Manuk, Tabanan, Taman Ayun, dan Bedugul. Setiap banjar terdiri atas paling sedikit 90 unit rumah. Masing-masing Banjar memiliki suasana yang coba disesuaikan dengan tempat sebenarnya. Misalkan saja Taman Ayun. Di kluster ini, manajemen Wika Realty selaku pengembang Tamansari Puri Bali membuat flora air. Banjar Bedugul menekankan lingkungan Bali yang hijau dan asri.

Dia menjelaskan, target pasar kawasan hunian ini adalah masyarakat menengah atas. Untuk tipe paling kecil yakni 30/72 ditawarkan Rp190 juta per unit, sedangkan tipe paling luas adalah 150/300 seharga Rp1,6 miliar. Lahan yang dipergunakan untuk membangun kawasan hunian ini seluas 40 hektare. Untuk menambah ciri khas, Agung menuturkan, pihaknya sengaja menanam satu pohon kamboja di setiap rumah yang dibangun. Pohon kamboja merupakan salah satu pohon yang banyak ditemukan di Bali.

Keberadaannya diharapkan semakin membuat penghuni seperti tinggal di Bali. Dari segi fisik bangunan, menurut dia, desain Bali dapat dilihat dari fasad tiang depan yang dibuat tebal berbentuk trapesium dan dilapisi batu paras. Tiang tersebut dipenuhi berbagai ukiran khas Bali. “Masuknya arsitektur modern minimalis membuat rumah yang dibangun semakin mempunyai nilai seni,” katanya.

Tidak seperti perumahan lainnya yang memiliki pusat aktivitas, seperti sport center, Tamansari Puri Bali justru akan membangun pusat kesenian di mana anak-anak dapat belajar menari, melukis, atau kegiatan seni lainnya. Saat ini miniatur panggung kesenian sendratari Bali pun sudah dibangun. Meski tidak secara utuh membangun kawasan hunian dengan arsitektur Bali, Grup Gapura Prima juga membangun kluster hunian dengan arsitektur Bali. Kluster tersebut terletak di kawasan hunian Bukit Cimanggu City (BCC). Gapura Prima mengklaim BCC merupakan perumahan terbaik, terbesar, dan terlengkap di Bogor Utara.

Menurut Sekretaris Perusahaan Gapura Prima Rosihan Saad, di kluster Bali, kluster hunian yang dikembangkan pihaknya banyak membangun ornamen-ornamen khas Bali di rumah yang dibangunnya. “Kami membangun banyak pernak-pernik untuk menguatkan kesan sebagai rumah dengan arsitektur Bali,” terangnya. Gapura pintu masuk ke kluster dibuat seperti yang dibuat di Bali. Gapura tersebut terbuat dari bata merah, serta dihiasi berbagai ornamen khas Bali. Ornamen tersebut dibuat seniman yang langsung didatangkan dari Bali. BCC sengaja melakukan itu agar sentuhan Bali mulai terasa penghuni mulai memasuki kawasan hunian.

Rumah di kluster Bali juga memiliki taman khas Bali. Taman tersebut dihiasi dengan ornamen-ornamen yang menunjang konsep Bali. Sebut saja lampu-lampu taman yang beratapkan ijuk dan patung-patung Bali. Keduanya bisa menjadi hiasan di taman bergaya Bali untuk melengkapi desain lanskapnya.

Taman di kluster Bali banyak diisi dengan tanaman bunga tanaman berwarna hijau. Pohon kamboja yang cantik, bunga cempaka, dan tumbuhan pandan-pandanan. Penunjuk jalan di kluster tersebut juga mempergunakan dua jenis tulisan, yakni Bali dan latin. Walaupun hanya sekadar tulisan, keberadaannya cukup signifikan untuk membawa penghuni ataupun masyarakat yang berkunjung seperti berada di Bali. “Kami cukup serius membangun kluster Bali,” tuturnya.

Kluster Bali sengaja dibangun BCC untuk memberikan diferensiasi. Walaupun saat ini arsitektur minimalis masih menjadi favorit, masih ada masyarakat yang tidak cocok tinggal di rumah dengan arsitektur seperti itu. Mereka kemudian mencari kawasan hunian yang memiliki arsitektur unik, misalkan saja arsitektur Bali.

Arsitektur Bali dipilih karena universal. Walaupun Indonesia memiliki banyak arsitektur tradisional, arsitektur Bali dianggap lebih diterima masyarakat Indonesia. Pasalnya, arsitektur Bali dianggap memiliki nilai seni tidak lekat dengan zaman. Masyarakat internasional pun mengakuinya.

Rosihan optimistis, kluster Bali yang dikembangkan pihaknya akan mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat. Apalagi, penghuni yang tinggal di kluster Bali juga bisa menikmati berbagai fasilitas yang terdapat di BCC. Misalkan saja, waterpark dan sport club. Di kawasan Tangerang juga terdapat sebuah kawasan hunian yang memiliki konsep Bali. Kawasan perumahan itu bernama Bali View. Menurut staf marketing BaliView Syaiful Malik, kawasan hunian yang memiliki luas 34 hektare itu, masih menjual lahan seluas 585meter. “Permeternya kami hargai Rp1,5 juta,” sebutnya.

Seperti kawasan hunian dengan arsitektur Bali lainnya, di Bali View juga mencoba mengadopsi lingkungan Bali. Mulai pintu masuk, bale bengong, hingga berbagai ornamen yang Bali yang sengaja dipasangkan di dalam kawasan hunian. Hal lain yang mungkin tidak ada di kawasan hunian lain adalah setiap unit rumah dipasangkan mahkota seperti ciri khas rumah di Bali.

Kawasan hunian yang terletak di Jalan Cirendeu Raya Nomor 46, Tangerang itu, terdiri atas beberapa kluster. Di antaranya kluster Kampong Ubud dan Kintamani. Khusus di kluster Kampung Ubud, pihaknya juga membangun sawah dengan ciri khas Bali, yakni terasiring, sebagai sebuah fasilitas.(sindo)

Share
This entry was posted in Arsitektur Bali, Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

8 Responses to Rumah Berarsitektur Bali Paling Diminati

  1. Di Manado sudah banyak juga bergaya Bali, tapi tetab masih kalah designnya sama org Bali sendiri, coba yah pemerintah Manado menyewa beberapa seniman Bali untuk mendidik orang2 Manado khususnya yang bikin kerajinan tangan. jadi ada perpaduan antara Manado dan Bali :-)

    Apalagi Manado thn 2010 akan menjadi tahun pariwisata dunia, tapi jujur masuh kalah jauh dibanding Bali..salut sama org Bali yang kreatif dan inovatif d bidang seni :-)

  2. Hero says:

    sungguh mengagumkan rumah2 bergaya Bali ini…kira2 budgetnya berapa yah…kalo bikin rumah gaya bali misal tipe 45

  3. ga mahal lho Bos! Tergantung desain dan material baangunan.Harga bisa diatur….

  4. jimex says:

    mantap

  5. Dear Bli Kadek,
    Wah, disainnya bagus! Saya sangat tertarik.
    Apakah bisa minta tolong? Untuk dibuatkan disain rumah kayu/ setengah kayu dng 2-3 kamar tidur, kamar mandi shower, ruang tamu dan ruang baca/tulis/kerja.
    Rumah ini akan dibangun di tengah kebun kopi yang sejuk, jadi tidak ada pemandangan lembah ngarai atau persawahan. Kami hanya mngandalkan ketenangan d an udara sejuk.
    Trimakasih dan salam hangat,
    Pak Sugeng
    0815-840-99466

  6. Kadek Suastika,ST says:

    siap bos, tolong faxs denah/sket lokasi tanah anda (beserta ukurannya) ke 0361-734460

  7. Sick and tired of obtaining low numbers of useless visitors to your site? Well i want to let you know about a new underground tactic which makes myself $900 each day on 100% AUTOPILOT. I really could be here all day and going into detail but why dont you just check their website out? There is a excellent video that explains everything. So if your serious about producing quick cash this is the site for you. Auto Traffic Avalanche

  8. Hey blog owner, i’m noticing your blog with bad onpage seo, would give the advice to you doing something here. Personally i’m using a plugin named KeywordWinner with amazing succes! I can recommend this to you, have a look at it : http://www.juu.cc/KeywordWPplugin.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.